MEDAN - MEDIA POLMAS ,-Dalam sejuknya lantunan lagu Natal dan gemerlap cahaya lilin di Gereja HKBP Sei Agul, langkah Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menjadi simbol kehadiran pemimpin yang rendah hati, menyatu dengan umat, dan membawa pesan kasih ditengah semarak Safari Natal Perdana bersama Wali Kota Medan Rico Waas.
Safari Natal yang berlangsung penuh hikmat pada Minggu (9/11/2025) ini bukan sekadar seremonial rohani, tetapi momentum mempererat persaudaraan lintas sektor dan meneguhkan semangat Medan untuk Semua — kota yang bertumbuh dalam kasih, iman, dan keadilan sosial.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XII Dr. Maruli Siahaan, Tokoh Masyarakat Dr. Parlindungan Purba (mantan anggota DPD RI), serta pemerhati sosial Rico Waas, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan.
Anggora DPRD Medan Fraksi NasDem Antonius Devolis Tumanggor kepada media menuturkan apresiasi mendalam atas langkah Wali Kota Medan yang membuka ruang dialog iman dengan umat Kristiani. Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati bukan hanya hadir di podium, tetapi hadir dihati rakyatnya.
“Pemimpin yang dekat dengan rakyat bukan hanya mendengar suara, tapi juga merasakan denyut hati warganya,” ujar Antonius.
Menurutnya, gaya kepemimpinan Rico Waas yang tenang namun penuh tindakan nyata telah menumbuhkan kepercayaan publik di akar rumput.
“Keteladanan pemimpin bukan diukur dari pidato panjang, melainkan dari langkah kecil yang membawa perubahan besar,” tambahnya.
Semarak Safari Natal di Gereja HKBP Sei Agul ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) dan dukungan terhadap pembangunan gereja dan jemaat, diantara yaitu Rp 50 juta dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Rp 10 juta dari Dinas Sosial (Dinsos), serta bantuan buku, Alkitab, dan lemari dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan.
Dalam refleksi Natalnya, Antonius menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya diukur dari gedung tinggi dan aspal jalan, tetapi dari keteduhan hati dan karakter warga yang dibangun dengan kasih dan iman.
“Kebijakan yang lahir dari hati akan selalu lebih kuat daripada keputusan yang hanya lahir dari meja birokrasi.
Kota yang beriman adalah kota yang memelihara nilai kemanusiaan di setiap kebijakan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh jajaran Pemko Medan untuk terus menjadikan kasih dan keadilan sosial sebagai fondasi pembangunan, agar setiap program pemerintah tidak berhenti di papan proyek, tetapi menyentuh nurani masyarakat.
Safari Natal kali ini juga dirangkai dengan penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) dan dukungan terhadap pembangunan gereja dan jemaat, diantara yaitu Rp 50 juta dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Rp 10 juta dari Dinas Sosial (Dinsos), serta bantuan buku, Alkitab, dan lemari dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus HKBP Sei Agul sebagai simbol kepedulian pemerintah terhadap kehidupan iman dan pendidikan spiritual umat Kristiani di Kota Medan.
Dalam pesan Natalnya, Wali Kota Medan Rico Waas menuturkan bahwa pembangunan kota tidak boleh berhenti ditataran fisik semata, tetapi juga menyentuh dimensi moral dan spiritual.
“Pemerintah harus menjadi pelita, bukan menara gading. Kota yang besar bukan diukur dari gedungnya, tapi dari ketulusan warganya,” ujar Rico.
Pesan itu mendapat dukungan penuh dari Antonius Tumanggor, yang menilai bahwa pemimpin seperti Rico Waas tengah menanamkan(mp)
