MEDAN (MEDIA POLMAS )-Innalillahi wa innaa ilaihi rojiun,dari Allah kembali kepada Allah ,turut Berduka Cita atas meninggalnya orang tua kami,keluarga kami,saudara kami,sahabat kami,mitra kerja kami Alm Drs MS Taha Berutu SH,pada hari Kamis (11/12/2025) Pukul 19:30 Wib di Rumah sakit Muhammadiyah Medan.
Kabar duka itu sungguh mengejutkan keluarga ,saudara ,sahabat dan mitra kerja juga seluruh handai tolan,sehingga ada yang hadir langsung bertakziah hadir kerumah duka di jalan Nuri Perum Mandala Medan,dan ada juga mengucapkan,menyampaikan doa secara online dilaman akun media sosial, duka atas berpulangnya kerahmatullah tokoh masyarakat Pakpak ini, sekaligus aktifis dan penasehat hukum itu.
Nampak hadir saat berduka dari pihak keluarga Ir Baharudin Berutu,Ketua Marga Berutu Indonesia,Drs H Letce Berutu mantan Kakandepag Dairi ,Ali panca Sipahutar SH ,praktisi hukum,Jhoni Koto,mantan pengurus KNPI Sumut wartawan RRI Medan dan ribuan pelayat kolega lain yang tak bisa kami catat namanya hadir menyampaikan doa dan duka cita atas berpulangnya kerahmatullah Alm Taha Berutu.
Kenangan :
Saya selaku pimpinan Umum,mengakui banyak kenangan terhadap tokoh legendaris suku Pakpak ini mulai tahun 1996,beliau adalah sosok motivator,orang yang betul betul punya talenta yang banyak ,sehingga menguasai berbagai ilmu,diantaranya ilmu sosial budaya,politik,hukum dan agama bahkan dunia jurnalistik.
"Sehingga apapun yang didiskusikan kepada bung Alm Taha Berutu SH ,semua nyambung dan hidup dalam diskusi dan zikarah ,sebab masukan atau paparan juga nasehat yang disampaikan selalu bersentuhan dengan logika dan ilmu pengetahuan terapan"ungkap Kadirun Padang,menerangkan kenangannya,usai mengikuti proses Fardu kifayah sang tokoh Pakpak ini .
Bagi kami di Media Polmas Groub ,Drs MS Taha Berutu SH,sebagai guru sekaligus tim Penasehat hukum di jajaran redaksi Media Polmas Groub
Drs MS Taha Berutu SH menurut sepengetahuan kami dan saya saksikan adalah orang yang baik juga bersahabat dan sahabat semua suku,"semua kawannya,dan setiap suku bisa dipastikan ada sahabat karifnya terlepas dalam perjalan kehidupan ada yang pro ada yang kontra adalah merupakan bagian dari sunnatullah."tambah Kadirun Padang.
Ternyata walau bagaimanapun sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ,semua ada masanya dan setiap orang ada masanya ,Alm Drs MS TAHA BERUTU SH .tutup usia 59 tahun lahir di Sibancer Sibande Pakpak Bharat,mempunyai 1 istri 2 anak yaitu satu Putri sudah Almarhum Novi dan satu laki laki bernama Daffa Berutu status mahasiswa UIN Sumut.
Allah SWT ,Tuhan YME Menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun, kapan pun, dan di mana pun.
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Ali Imran: 185)
“Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan." (QS. Al-Jumu'ah: 8)
Kematian sebagai Nasihat: Bahwa cukuplah kematian sebagai nasihat bagi orang-orang yang hidup dan berakal sehat. "Mengingat mati akan mendorong seseorang untuk segera bertaubat, merasa puas (qana'ah) dengan rezeki yang ada, dan semangat dalam beribadah.
Bekal Menuju Akhirat: Bahwa manusia di dunia ibarat sedang dalam perjalanan atau persinggahan sementara. Bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat adalah amal saleh.
Dalam hadis disebut tiga hal yang mengikuti jenazah atau seorang hamba menghadap illahi atau berpulang kerahmatullah , namun hanya satu yang menetap di kubur: keluarga, harta, dan amal. Hanya amal yang akan menemani.
Untuk itu atas berpulangnya kerahmatullah orang tua kita ini sahabat kita ini,saudara kita ini , Pentingnya bagi kita semua keluarga yang ditinggal ,sahabat juga yang ditinggal,saudara saudari yang ditinggal agar kita sama sama mempersiapkan Diri sejak dini untuk menghadap panggilan illahi tanpa ditentukan kapan hari dan waktunya untuk menyusul beliau juga.
Maka kita yang ditinggalkan orang tua kita,saudara kita,sahabat kita untuk tidak menunda-nunda taubat dan untuk beramal kebaikan secara Istiqomah lebih cepat lebih baik,sebab usia umat Nabi Muhammad SAW dikatakan umumnya singkat antar (60-70 tahun), sehingga waktu yang tersisa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Akhirnya kami dari tim keluarga besar redaksi Media Polmas Groub,"mengucapkan turut Berduka Cita dan selamat jalan ,semoga saudara kami ,sahabat kami ,guru kami Alm Drs MS Taha Berutu SH,diterima amal ibadahnya diampuni Allah SWT segala dosa dan khilafnya selama hidupnya ditempatkan disisinya di tempat yang sebaik baiknya oleh Allah SWT,serta anak istri dan keluarga,begitu juga sahabat diberi Allah SWT kekuatan iman dan kesabaran juga rejeki dan kesehatan (*red/.Kadirun Padang*)
