Medan ( Media Polmas )- – Kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam Open House Keluarga Besar Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos di Rumah ATRestorasi, Jalan Karya Masjid Nomor 50, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (17/1)
Wali Kota Medan Rico Waas disambut antusias dan hangat oleh masyarakat, Tokoh Adat, relawan sosial dam Madyarakat yang tergabung dalam Tim Sopo Restorasi di bawah kepemimpinan Osril Limbong.
Kegiatan yang dirangkai dengan syukuran Tahun Baru 2026, HUT ke-53 Antonius Tumanggor, HUT ke-53 sang istri Riama Elisabeth br Manurung, serta ulang tahun ke-19 putri mereka Rianta Erika Novalina, menjelma menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah kota, wakil rakyat, dan masyarakat akar rumput.
Dihadiri sejumlah tokoh dalam kegiatan tersebut, diantaranya Anggota DPRD Kota Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, Lailatul Badri, dan Syaiful Bahri, Plt Camat Medan Barat Maswan Harahap, perwakilan Hula-Hula Marga Manurung Hutagaol, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta relawan Sopo Restorasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi warga
Dalam sambutannya, Antonius Tumanggor menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam atas kehadiran Wali Kota Medan yang dinilainya sebagai simbol keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.
“Kehadiran Bapak Wali Kota bukan sekadar memenuhi undangan keluarga, tetapi menjadi tanda bahwa pemerintah dan rakyat berjalan di jalan yang sama, saling mendengar, dan saling menguatkan,” ujar Antonius di hadapan ribuan tamu hingga malam hari.
Ia juga mengapresiasi peran Hula-Hula Marga Manurung Hutagaol yang terus menjaga nilai-nilai adat dan persaudaraan di tengah dinamika sosial perkotaan, serta Tim Sopo Restorasi yang di bawah kepemimpinan Osril Limbong konsisten bergerak membantu warga dalam bidang sosial, pendidikan, dan pendampingan masyarakat.
Menurut Antonius, kekuatan pembangunan Kota Medan tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada jejaring solidaritas yang tumbuh dari masyarakat.
“Pemerintahan yang kuat lahir dari rakyat yang saling menjaga, bukan hanya dari gedung-gedung kekuasaan,” tegasnya.
Sejumlah warga yang hadir menyampaikan apresiasi atas momen kebersamaan tersebut.
Mereka menilai kehadiran Wali Kota Medan di tengah masyarakat menjadi harapan baru bagi komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan warga.
“Kalau pemimpin mau turun langsung dan duduk bersama rakyat, kami merasa didengar. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi pertemuan hati,” ungkap Suryani, salah seorang tokoh perempuan setempat.
Relawan Sopo Restorasi juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kota dan DPRD Medan dalam memperjuangkan isu-isu sosial, mulai dari pendidikan anak-anak kurang mampu hingga pendampingan warga di wilayah padat penduduk.
Tujuh Pantun Antonius Tumanggor untuk Wali Kota Medan
Sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan, Antonius Tumanggor menyampaikan tujuh pantun khusus kepada Wali Kota Medan di hadapan para tamu undangan:
Pergi ke ladang memetik delima,Pagi cerah disapa mentari.
Datanglah pemimpin penuh makna,Wali Kota hadir, rakyat pun berseri.
Air mengalir di Sungai Deli,Angin sejuk menyapa taman.
Langkah Bapak kami hargai,Medan maju dalam kebersamaan.
Burung nuri terbang ke seberang,Hinggap sejenak di dahan cemara.
Pemimpin turun ke tengah orang,Itulah tanda cinta kepada warga.
Pohon beringin di tepi jalan,Akar kuat menahan badai.
Medan dibangun dengan keteladanan,Bukan sekadar janji yang terurai.
Mentari pagi di ufuk timur,Cahaya jatuh di bumi pertiwi.
Wali Kota datang membawa tutur,Harapan tumbuh di hati kami.
Perahu kecil menuju seberang,Dayung dipukul penuh irama.
Bersama rakyat Bapak melangkah,Kota Medan jadi rumah bersama.
Bunga mawar di taman kota,Harum semerbak di pagi hari.
