CIKARANG PUSAT (MEDIA POLMAS )-Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi Kinerja Kurikulum bagi tenaga pendidik, Rabu (4/6/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret menghadapi perkembangan zaman dan digitalisasi yang terus berkembang pesat.
Sebanyak 50 orang perwakilan guru Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kabupaten Bekasi mengikuti bimtek yang berlangsung di Aula Disdik Kabupaten Bekasi. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan pemahaman guru terhadap perkembangan peserta didik usia sekolah dasar di era teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menegaskan bahwa era digital menuntut guru tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu membentuk karakter serta kualitas generasi muda yang siap bersaing.
“Perkembangan zaman dan digitalisasi yang terjadi saat ini dipastikan akan terus berkembang lagi dan menjadi tantangan bagi peserta didik. Sehubungan hal itu, para guru harus mampu meresponnya dengan optimal,” ujar Imam saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, tenaga pendidik di semua tingkatan wajib terus menambah wawasan dan kompetensi. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur.
“Karena itu semua tenaga pendidik dituntut optimal dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda. Maka wajib menambah pengetahuan, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” jelasnya.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang sebelumnya telah diikuti oleh perwakilan Disdik Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan bimtek dilakukan secara bertahap agar materi dapat diserap dan diterapkan secara maksimal di masing-masing sekolah.
Imam menekankan, hasil dari bimtek tidak boleh berhenti pada tataran teori. Para guru diminta membawa ilmu dan metode baru yang didapat ke kelas masing-masing.
“Diharapkan hasil bimtek ini tidak hanya pada teori, tetapi harus diterapkan di sekolah guna mendukung program pendidikan bagi peserta didik. Guru harus menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan anak didik memanfaatkan teknologi secara positif,” tegasnya.
Dalam sesi bimtek, para peserta diberikan materi tentang strategi pembelajaran berbasis digital, manajemen kelas di era teknologi, serta cara membangun komunikasi efektif dengan peserta didik generasi Z dan Alpha. Peserta juga diajak berdiskusi tentang tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.
Salah satu guru SDN 02 Cikarang Utara, Siti Nurhayati, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Selama ini kami memang merasa perlu pembekalan khusus untuk menghadapi anak-anak yang sudah melek gadget sejak kecil. Melalui bimtek ini kami dapat teknik baru agar pembelajaran tetap menarik dan tidak ketinggalan zaman,” katanya.
Disdik Kabupaten Bekasi menargetkan seluruh guru SD di wilayahnya mendapat giliran mengikuti bimtek serupa secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dasar sekaligus menjawab tuntutan zaman digital.
“Dengan guru yang kompeten dan adaptif, kami yakin kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi akan terus meningkat. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita,” pungkas Imam. (Jaylani)
