RDP DRPD Pakpak Bharat Dengan RSUD Pakpak Bharat,Perihal Dugaan Malpraktek di RSU Pakpak Bharat

Editor: Admin author photo

Pakpak Bharat, (Media POLMAS  )-Buntut  dugaan malpraktek yang dilakukan  Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Salak terhadap keluarga Anggiat Tumangger , Dewan Perwakilan Raknyat Daerah ( DPRD ) Pakpak Bharat mengadakan  Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) dengan pihak RSUD setelah mendapat surat aduan dari keluarga Anggiat Tumangger .

RDP dipimpin Ketua Komisi III  DPRD Sabar Manik didampingi Wakil Ketua Komisi III Serasi Padang, Seketaris Marta Rizki Oktavia Berutu, Ragat Manik dan Marido Padang sebagai anggota Komisi III. Sedangkan dari pihak RSUD dihadiri Direktur RSUD Salak Dr. manuturi Situmorang,  Kepala Bidang Yanmed Dr. Elpina Sitepu dan Kepala Seksi Yanmed Rodame Bintang diruang Komusi III baru baru ini.

Dalam surat yang dilayang kan Anggiat Tumangger menceritakan  kronologi dimana anaknya Jusup Tumangger  mengalami penyakit usus buntu dan dibawa ke RSUD Salak untuk berobat. Selanjutnya pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP. Akan tetapi karena kondisi anak kami membutuhkan tindakan berkelanjutan maka di rujuk ke rumah sakit murni teguh.

 Menanggapi keluhan Anggiat , Direktur RSUD Salak dihadapan Komisi III, menyampaikan, pada 26 Juli 2024 sekitar pukul 09.00 Wib pasien atas nama JT tiba di rumah sakit umum daerah Salak dengan dipapah keluarga.Dari anamnese oleh dokter IGD didapatkan nyeri perut sebelah kanan bawah dan diketahui pasien pernah dilakukan terapi pijatan di area perut yang sakit. 

Selanjutnya dokter IGD melakukan pemeriksaan Kemudian di lakukan konsultasi ke dokter Bedah di diagnosa usus buntu dengan perforasi ( usus buntu pecah).Kondisi ini memerlukan penanganan operasi yang cepat. Selanjutnya dilakukan penanganan melalui tindakan operasi, pasien di rawat inap dan di izin kan pulang beberapa hari kemudian. 

Pada tanggal 6 Juli 2024 pasien kembali Rumah Sakit Umum Daerah  Salak dengan keluhan perut kembung dan menyesak  kemudian di rawat inap, pada  hari ke 2 perawatan kondisi pasien  mengalami perburukan dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Medan namun tidak mendapat rumah sakit rujukan. Atas  pertimbangan medis maka di lakukan operasi ke 2 di Rumah Sakit  Umum Daerah Salak. Segala tindakan medis yang dilakukan di RSUD Salak sudah di jelaskan secara mendetail oleh dokter dan mendapat persetujuan oleh keluarga pasien. 

Kemudian 9 Oktober 2024 pasien kontrol ke poli bedah RSUD Salak dan dirujuk  Poli Bedah Digestif  RS Murni Teguh. Dari informasi yang kami peroleh dari keluarga  pasien dilakukan operasi 3 dan ke 4 di RS tsb.

Kepada Analisa, Ketua DPRD Pakpak Bharat Elson Angkat, SS didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya mengaku pihaknya sangat responsip terhadap keluhan masyarakat dengan cepat mengundang kedua belah pihak untuk RDP.

Kami sudah melakukan mediasi, sudah mendengar kronologi dari pihak korban dan argumen dari pihak RSUD, jujur trus terang kami sebagai anggota Dewan kurang memahami prosedur atau protap terkait penanganan para medis. 

Untuk lebih jelasnya dan bukti memang kami peduli dengan masyarakatnya Komisi.III sudah sampaikan ke Ikatan Dokter Indonesia mudah mudahan setelah situasi dan kondisi demo sudah membaik kita akan bertemu dengan IDI di Medan sebut Elson yang juga politisi Golkar ini.( brt /mp)

Share:
Komentar

Berita Terkini