Yogyakarta ( Media Polmas )-Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Gabriel Lele, melontarkan kritik terhadap kondisi demokrasi dan ruang bagi kelompok kritis di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Gabriel menyoroti munculnya respons yang menurutnya justru membuat kelompok yang menyampaikan kritik dan memperjuangkan aspirasinya seolah didorong untuk meninggalkan Indonesia.
“Yang paling memilukan, kelompok kritis yang memperjuangkan aspirasinya justru diminta untuk pindah negara,” ujar Gabriel dalam pernyataannya yang beredar. (Instagram)
Pernyataan tersebut muncul di tengah kontroversi ucapan Prabowo yang sebelumnya meminta pihak yang menganggap Indonesia dalam kondisi suram untuk mencari negara lain. Pernyataan itu kemudian menuai kritik karena dinilai dapat memberi kesan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak mendapat ruang yang semestinya.
Bagi Gabriel, kelompok kritis merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kritik dan aspirasi masyarakat semestinya dipandang sebagai bagian dari mekanisme untuk mengoreksi kebijakan pemerintah, bukan justru dianggap sebagai persoalan yang harus diselesaikan dengan menyuruh pengkritik meninggalkan negara.
Kritik tersebut kembali menjadi sorotan di tengah perdebatan mengenai kualitas demokrasi dan ruang kebebasan sipil selama pemerintahan Prabowo.(FB)