Tulisan ini hanya sedikit untuk meng infokan kepada publik.
Oleh:Kadirun Padang.SH
Mengutip pendapat para ahli " Keberhasilan sebuah perjuangan pada hakikatnya tidak pernah lahir dari kerja individu yang berdiri sendiri, melainkan buah dari kekompakan dan soliditas kolektif dalam mencapai tujuan bersama. Sebagaimana dikemukakan oleh Robbins & Judge (2013) bahwa kekompakan kelompok (group cohesiveness) adalah sejauh mana anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap berada dalam kelompok, sehingga semakin tinggi tingkat kekompakan maka semakin besar pula peluang untuk mencapai keberhasilan.
Hal ini sejalan dengan pandangan Soerjono Soekanto (2006) yang menyatakan bahwa solidaritas dan kekompakan sosial merupakan perekat utama yang membentuk kekuatan kolektif untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
"Sejarah membuktikan bahwa tidak ada perjuangan besar yang berhasil tanpa ditopang oleh kekompakan".
Kekompakan adalah kunci yang mengubah kekuatan-kekuatan kecil yang tercerai-berai menjadi satu kekuatan besar yang tak terbendung. Menurut ahli sosiologi Emile Durkheim, hal ini disebut dengan solidaritas mekanik, yaitu kesadaran kolektif yang mengikat individu-individu untuk saling mendukung dan setia pada tujuan kelompok. Dengan demikian, keberhasilan bukanlah milik satu orang, melainkan milik kebersamaan yang terjalin erat
Pendapat para ahli ini adalah bagian motivasi untuk catatan penulis ,menulis sejarah maupun kenangan perjuangan ini sebab selama ini ada oknum merasa dialah semua berperan dalam perjuangan dunia kepakpakan ini dari dulu dan akhir akhir ini ,terutama perihal PROTAP.
Bahwa "PERNYATAAN SIKAP TOKOH-TOKOH MASYARAKAT ADAT ETNIS PAKPAK TENTANG PENOLAKAN PENGGABUNGAN KABUPATEN DAIRI DAN KABUPATEN PAKPAK BHARAT KE DALAM RENCANA PROVINSI TAPANULI (PROTAP) Disampaikan di: Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Senayan - Jakarta Pada: Selasa, 20 Februari 2007.
Pernyataan dinyatakan sebab adanya Peristiwa yang didalam peta rencana Panitia PROTAP mencantumkan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat sebagai bagian dari wilayahnya.
Dan akibat rencana pendirian PROTAP pada saat itu juga mengakibatkan salah satu putra terbaik Pakpak dan Tokoh Pakpak Drs H.Abd Azis Angkat Msp (Ketua DPRD Sumatera Utara) pada saat itu korban meninggal dunia atas keberingasan massa pengunjuk rasa pendukung Protap.
"Maka berdasarkan semangat perjuangan dan hasil musyawarah etnis Pakpak kami berkumpul dan bertanda tangan , atas nama pribadi dan mewakili unsur masyarakat adat, tokoh adat, cendekiawan, dan pemuda Etnis Pakpak, menyatakan sikap menolak bergabung dalam PROTAP
"Maka sejumlah tokoh Pakpak sepakat MENYATAKAN SECARA TEGAS MENOLAK DAIRI dan PAKPAK BHARAT BERGABUNG DALAM PROTAP."bumi sulang Silima Pakpak yaitu Dairi dan Pakpak Bharat tetap bergabung dengan sumatera Utara.
Bahwa dikala itu para Tokoh Pakpak yang hadir dan berkumpul di Jakarta pada tanggal 20 februari 2007 dihadapan Pimpinan dan anggota DPR-RI Komisi II digedung Senayan DPR-RI sebagai perwakilan diantaranya adalah sebagai berikut namanya :
1. Dr. Jansen Sinamo 2. H. Daud Berutu, SH 3. Hans Miller Banurea 4. Ir. Agus Ujung 5. Jannes Banurea 6. Syahidan Bintang 7. Muchtar Maha 8. KADIRUN PADANG,9. Drs. Mardi Munthe 10. Nursina Br. Cibro 11. MBUE Br. BANUREA, 12. Nusin Lingga 13. Ahmad Padang 14. St. Asahan Banurea 15. St. Ir. Oloan Padang 16. R. U. E. Capah 17. Yakin Ujung 18. Tamen Berutu 19. St. GH. Manik 20. Drs. MJ. Bancin 21. Marjon Tumangger 22. Jamin M. Bancin 23. Devis Padang 24. Ir. H. Muin Maha 25. Lamsur Kabeakan, SH 26. Dinar Br Boang Manalu
Info ini saya sebarkan berdasarkan dokumen yang kami simpan dan dapat lihat langsung dokumen dan kliping media cetak Koran daerah dan Nasional.
Dan mohon maaf masih banyak para tokoh lain yang aktif dalam pergerakan ini dulu baik dimedan sekitarnya maupun di Dairi Pakpak Bharat dan daerah lain yang terlibat langsung atau tidak langsung mendukung perjuangan .
Tulisan dibuat Agar kelak jangan ada oknum yang mengaku ngaku hanya dialah yang pernah berjuang ditanah Pakpak ini atau menyalah gunakan atau memanfaat untuk kepentingan pribadinya,
Akan tetapi bahwa perjuangan berhasil sebab adanya kerjasama yang untuk mencapai suatu tujuan serta agar masyarakat jangan lupa sejarah perjuangan para pemuda/orangtua, tokoh yang lain."tutup Kadirun Padang SH di Sidikalang ,Selasa (11/08/2026).
Catatan:
Kadirun Padang adalah Sekretaris Umum Forum Masyarakat Kota Medan dan sekitarnya dalam perihal gerakan penolakan rencana Protap terhadap Dairi dan Pakpak Bharat.Dan Kordinator ,Lembaga Peduli Masyarakat Pakpak ( LPMP) .
(red). #Njuah njuah... 🙏
