BNN Sumut Sebut Peredaran Narkoba Secara Masif Sudah Sampai ke Desa Desa.

Editor: Admin author photo

Medan ( Media Polmas )-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menyebut peredaran narkoba di wilayahnya semakin masif, penyebaran hingga ke desa-desa. 

Akibatnya kini Sumut masih terus menduduki peringkat 1 provinsi, dengan penggunaan narkoba terbanyak di Indonesia. 

"Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen yang menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,” ujar Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho melalui rilis Pemprov Sumut. 

Tatar menyampaikan saat beraudiensi dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (2/6/2026).

Tatar lalu mengatakan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya kondisi geografis yang menjadi jalur utama masuknya narkoba.

"Wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di bagian selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan," ujarnya. 

Lebih lanjut kata Tatar, pada tahun 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif 15 hingga 45 tahun, namun kini trennya mulai merambah anak-anak usia sekolah. 

Dia lalu mengatakan sejauh ini salah satu kendala memberantas narkoba juga berkaitan dengan keterbatasan anggaran, namun BNN Sumut tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan.

Upaya tersebut, menurutnya, mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan angka peredaran di sejumlah wilayah. 

Tatar pun berharap dengan pertemuan dengan Bobby upaya pemberantasan narkoba dapat terus diperkuat. 

“Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur, kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa,” tutupnya. 

Bobby sendiri dalam kesempatan mengatakan pihaknya siap mendukung BNNP Sumut dari sisi anggaran, agar penanganan narkoba dapat dilakukan secara serius dan tuntas. Namun dia meminta agar fokus pemberantasan dilakukan di titik masuk utama peredaran narkoba.

“Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” tegasnya. 

Bobby mengaku khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. Menurutnya, narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya yang makin terjangkau dan telah menyasar usia muda.

Karena itu kata dia, untuk mengantisipasinya pihaknya mengambil langkah konkret dengan memperbanyak kegiatan masyarakat dan program-program positif di daerah rawan narkoba. 

"Selain itu, Pemprov Sumut juga akan memperkuat edukasi dengan mendorong setiap kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan menyisipkan pesan bahaya narkoba," katanya.(Rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini